Point ponit yang saya ambil dari membaca buku itu adalah
Halaman 61-65
1.Ketika ada seseorang yang menghina fisik, kecerdasan, atau apa pun pada diri kita, tidak perlu dihiraukan, sebab kita tidak wajib mengikuti omongan buruk orang lain. Bersikaplah masa bodoh terhadap omongan yang tidak menyenangkan. Biarkan orang yang menghina dan menilai buruk diri kita sampai dia bosan dan tidak lagi membicarakan sisi buruk diri kita. Kita harus membuktikan kepada mereka bahwa kita mampu melebihi perkataan mereka.
2.Jangan cepat marah ketika mendapat hinaan dari orang lain. Jangan pula membalas dengan tindakan yang konyol. Ketika kita mendapat hinaan, tanamkan dalam diri kita bahwa orang itu perhatian kepada kita. Oleh karena itu, kita harus membuktikannya kepada orang tersebut.
3.Jika dihina karena terlahir miskin, maka buktikanlah bah- wa kita bisa kaya dengan cara bekerja keras. Jika kita memiliki tubuh yang kurus, maka buktikanlah bahwa kita bisa menjadi gemuk. Jika kita memiliki wajah yang jelek, maka buktikanlah bahwa kita memiliki sifat dan perilaku yang baik. Percuma wajah menawan jika kelakuannya buruk, betul?
Ingat, motivasi terbesar adalah diri kita sendiri. Orang lain hanya bisa menilai baik dan buruknya.
"Kesimpulannya, jangan pedulikan perkataan buruk yang diberikan kepada kita. Tugas kita adalah menjalani atau mela- kukan apa yang ada di hadapan kita. Jadikan hinaan sebagai pemantik semangat, agar kita termotivasi untuk membuk- tikannya kepada orang yang menghina".
Perkembangan tomat
Hari ini tomat ku sehat dan segar,tomat yang sebelah kiri itu ternyata masih hidup ada tumbuh daun kecil di samping batangnya saya senang sekali karena saya bisa menjaga dan merawat mereka.
Tinggi tomat 14cm
Refleksi
Hari ini adalah hari kedua aku melaksanakan Sit In dan Berdikari.Di hari kedua ini adalah sesi Sharing Alumni. Ada beberapa hal positif yang bisa aku ambil di hari ini. "Remember to exercise kindness with yourself and those around you.
.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar